Alat pengamanan untuk mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting disebut

Alat pengamanan untuk mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting disebut Sekering atau MCB (Miniature Circuit Breaker). Pilih salah satu !! 

Lohhh kok....... Kenapa jawabannya ada dua ??? .... Silahkan cek penjelasan di bawah !! 


Penjelasan alat pengaman untuk mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting


1. MCB (Miniature Circuit Breaker)

MCB



MCB merupakan suatu alat pengaman yang digunakan untuk memutus arus listrik ketika terjadi gangguan seperti korsleting. Jadi prinsip kerjanya adalah ketika MCB mendeteksi bahwa suhu rangkaian di atas rata-rata, maka MCB akan memutus aliran listrik. Suhu tinggi / di atas rata - rata ini yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran. 


Untuk lebih detail lagi cara kerja dari MCB ini adalah, terdapat bahan bimetal pada MCB (terlihat pada gambar). Ketika bahan bimetal tsb suhunya terlalu panas maka akan melengkung. Ketika bimetal melengkung maka akan membuat kontak saklar pada MCB terputus sehingga MCB tidak mengalirkan arus listrik.

2. Sekering

Sekering



Sekering ini merupakan alat pengaman instalasi listrik yang sudah kuno dan ketinggalan jaman dibandingkan dengan MCB. Saat ini sekering ini sudah sangat jarang digunakan pada instalasi rumah dan gedung.


Jadi fungsi dari sekering ini sama persis seperti MCB yaitu untuk memutuskan arus listrik ketika terjadi gangguan seperti korsleting. Jadi cara kerjanya adalah kawat pada sekering ini (lihat gambar di atas) akan mengalirkan arus listrik.

Ketika terjadi korsleting listrik maka kawat pada sekering akan terbakar karena suhu yang terlalau panas. Kawat yang terbakar tsb membuat energi listrik yang mengalir pada sekering tsb juga terputus sehingga tidak ada listrik yang mengalir dan membuat listrik rumah padam.


Kenapa sekering ini sudah dianggap kuno dan jarang digunakan pada instalasi rumah ?? 

Karena ketika sekering ini kawatnya sudah terbakar / terputus (karena terjadi korsleting listrik) maka harus diganti dengan yang baru. Sehingga sekering ini menjadi tidak praktis dan membutuhkan biaya tambahan ketika terjadi korsleting karena kawatnya harus diganti. 

Berbeda dengan MCB ketika terjadi korlseting listrik,  MCB ini memutus rangkaian. Akan tetapi bedanya adalah untuk menghubungkan aliran listrik kembali kita cukup menekan tuas MCB ke posisi awal. (Tidak perlu mengganti dengan yang baru seperti sekering).


Hal tsb membuat MCB ini paling sering dan umum digunakan pada instalasi rumah maupun gedung. Kalu tidak percaya silahkan cek rumah kalian, apakah menggunakan MCB atau Sekering !!! 


Sekian dan terimakasih sudah berkunjung




Alat untuk membuka atau menutup sirkuit tenaga listrik baik selama pengoperasian sistem daya normal atau selama kondisi tidak normal. Pemutus sirkuit berfungsi selama operasi sistem normal untuk memberi energi atau menghilangkan beban. Selama kondisi abnormal, saat arus berlebih berkembang, pemutus sirkuit terbuka untuk melindungi peralatan dan lingkungan. Kontak berada di bagian yang disebut interrupter. mengalir melalui lubang ke lingkungan Ketika kontak dipisahkan, membuka sirkuit konduktif logam, busur listrik dibuat di antara kontak dari kemungkinan kerusakan karena arus berlebih. Arus abnormal ini biasanya diakibatkan oleh korsleting yang diciptakan oleh petir, kecelakaan, kerusakan peralatan, atau kelebihan beban yang berkelanjutan.


Sebelumnya, semua pemutus sirkuit adalah perangkat elektromekanis. Dalam pemutus ini mekanisme mengoperasikan satu atau lebih pasang kontak untuk membuat atau memutus rangkaian. Mekanismenya digerakkan baik secara elektromagnetik, pneumatik, atau hidrolik. . Busur ini adalah gas terionisasi suhu tinggi dengan konduktivitas listrik yang sebanding dengan grafit. Dengan demikian arus terus mengalir melalui busur. Fungsi interrupter adalah memadamkan busur, menyelesaikan aksi pemutusan sirkuit.


Dalam pemutus sirkuit minyak, busur ditarik ke dalam minyak. Panas intens dari busur menguraikan minyak, menghasilkan tekanan tinggi yang menghasilkan aliran fluida melalui busur untuk membawa energi pergi. Pada tegangan transmisi di bawah 345 kV, pemutus oli dulu populer. Mereka semakin kehilangan tanah karena pemutus sirkuit ledakan gas seperti pemutus ledakan udara dan pemutus sirkuit SF6.


Dalam pemutus sirkuit semburan udara, udara dikompresi menjadi tekanan tinggi. Ketika bagian kontak, katup ledakan dibuka untuk membuang udara bertekanan tinggi ke ambien, sehingga menciptakan aliran berkecepatan sangat tinggi di dekat busur untuk menghilangkan energi. Dalam pemutus sirkuit SF6, prinsip yang sama digunakan, dengan SF6 sebagai media, bukan udara. Dalam pemutus SF6 "puffer", gerakan kontak menekan gas dan memaksanya ke busur. Kedua jenis pemutus SF6 telah dikembangkan untuk sistem transmisi ehv (tegangan ekstra tinggi).





Belum ada Komentar untuk "Alat pengamanan untuk mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting disebut"

Posting Komentar